Menyaring Informasi Negatif Seputar Pemilu untuk Anak

Menyaring Informasi Negatif Seputar Pemilu untuk Anak

Pemilu 2024 akan segera tiba. Berbagai cara kampanye dilakukan para calon kandidat. Spanduk serta baliho dari para kandidat, baik presiden dan wakil presiden maupun calon anggota legislatif, serta bendera partai, iklan partai di televisi, sesi perdebatan kandidat, dan kampanye langsung dari pintu ke pintu. Berbagai informasi palsu dan informasi yang menebarkan kebencian menyebar luas dimana-mana. Tidak hanya di media, tetapi juga di lingkungan rumah dan sekolah. Anak-anak juga tak dapat menghindar dari dampaknya. Bagaimana jika anak-anak mulai bertanya tentang informasi-informasi negatif tersebut? Bagaimana cara kita sebagai orang tua menyaring informasi-informasi negatif ini untuk anak-anak? Simak artikel ini!

Menyaring Informasi Negatif Seputar Pemilu untuk Anak
Menyaring Informasi Negatif Seputar Pemilu untuk Anak

Berikut ini, saran untuk orang tua dalam melindungi anak-anak dari paparan informasi negatif terkait pemilu:

  • Berdiskusi dengan Anak

Jangan hindari pembicaraan tentang politik dengan anak-anak. Sebaliknya, ajak mereka untuk berbicara tentang hal ini. Berdiskusi tentang topik pemilihan umum dapat menjadi cara yang lebih mudah bagi anak-anak untuk memahami politik. Anda juga bisa mengajak anak-anak untuk membahas kebijakan publik. Sesuaikan pembicaraan dengan hal-hal yang relevan dengan kehidupan mereka, seperti dana bantuan pendidikan. Tanyakan apakah ada teman-teman mereka yang menerima bantuan tersebut. Ajak anak-anak untuk menganalisis apakah penerimaan bantuan tersebut tepat dan apakah bantuan tersebut memiliki manfaat yang baik. Diskusi semacam ini akan membantu anak-anak memperluas pandangan mereka, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh informasi negatif.

  • Selalu Memberikan Jawaban Saat Anak Bertanya

Ketika anak Anda mengajukan pertanyaan tentang pemilu, sebaiknya Anda memberikan jawaban sesuai dengan pemahaman Anda. Usahakan untuk selalu bersikap objektif dalam memberikan penilaian. Anda dapat menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing calon menurut sudut pandang Anda. Dengan demikian, anak Anda akan memahami bahwa proses penilaian dan pemilihan memerlukan pemahaman dari berbagai sudut pandang.

  • Ajak Mereka Menonton Debat

Mempercayai informasi yang tidak akurat menjadi lebih mudah jika tidak ada pengalaman langsung atau pengetahuan yang cukup. Mengajak anak Anda untuk menonton debat antara calon pemimpin akan memberikan mereka kesempatan untuk mendengar dan menyaksikan secara langsung persaingan ide-ide antara calon. Ini juga akan membantu mereka dalam membentuk penilaian yang lebih kuat dan berlandaskan objektivitas, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat. Tindakan ini juga akan mendorong anak Anda untuk berpikir kritis.

  • Hindari Reaksi Emosional

Jika anak Anda mengeluarkan komentar negatif tentang salah satu calon, pemilu, atau politik yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan dan nilai-nilai yang ingin Anda tanamkan dalam keluarga, penting untuk tidak merespons secara emosional. Reaksi marah dapat membuat anak merasa takut untuk berbicara lebih lanjut tentang pemilu dan politik. Tetapi jangan juga acuh, karena ketika Anda bersikap acuh, Anda melewatkan kesempatan berharga untuk memberikan pemahaman yang tepat untuk anak Anda.

  • Amati dan Tanya

Jika situasi seperti yang dijelaskan di atas terjadi, tanyakan kepada anak dari mana ia mendapatkan informasi tersebut. Selanjutnya, sebelum mengambil sikap, tanyakan terlebih dahulu pendapat anak. Mungkin saja apa yang dimaksud oleh anak tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang dikatakan. Observasi ini penting untuk memahami dengan lebih baik apa yang perlu Anda sampaikan selanjutnya kepada anak.

  • Tingkatkan Nilai-nilai dan Tujuan Pendidikan dalam Keluarga 

Meningkatkan nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam lingkungan keluarga, seperti hak untuk menyuarakan pendapat, sikap integritas, sikap antikorupsi, mendorong multikulturalisme, dan memberikan toleransi terhadap perbedaan. Selalu ajarkan dan berikan contoh yang sesuai tentang nilai-nilai tersebut. Hal ini akan membantu mereka untuk tetap kuat dan tidak terpengaruh oleh konflik antara beberapa kelompok pendukung yang sering menggunakan agama atau budaya sebagai alasan.

Anda juga bisa sekalian menanamkan sikap antikorupsi pada anak selagi membahas mengenai pemilu 2024. Ajarkan pentingnya memilih calon pemimpin yang memiliki sikap anti korupsi demi negara. Juga, betapa pentingnya memiliki sikap integritas sedari dini agar dapat tumbuh menjadi individu yang baik dan bertanggung jawab. 

Orang tua tidak perlu membuat anak selalu setuju dengan pendapatnya dan orang tua juga tidak bisa membuat anak harus berpikir persis seperti mereka. Yang terpenting Anda sebagai orang tua, harus membantu anak-anak agar bisa melindungi diri dari informasi negatif yang salah. Anda bisa mendidik anak untuk meningkatkan nilai-nilai positif, seperti integritas dan antikorupsi  melalui buku-buku cerita lucu bergambar pada situs ACLC KPK.

Referensi: https://www.parenting.co.id/keluarga/melindungi-anak-dari-informasi-negatif-menjelang-pemilu-bagian-1-

https://www.parenting.co.id/keluarga/melindungi-anak-dari-informasi-negatif-menjelang-pemilu-bagian-2-

You May Also Like

About the Author: Masdyansyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *